Tolak Peluru

by shabrinasafiraf

Tolak Peluru

A. Pengertian

Salah satu cabang atletik pada nomor lempar adalah tolak peluru.Tujuan dari tolak peluru adalah melakukan tolakan yang sejauh – jauhnya secara sah dan benar menurut aturan yang ada dalam tolak peluru di bagi menjadi dua macam gaya .

1.) Gaya menyamping ( Ortodok )

2.) Gaya mebelakangi

 

B. Teknik Dasar Tolak Peluru

Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya :
1. Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.

2. Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

3. Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.

Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.

Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

 

C. Hal yang Perlu diperhatikan Dalam Teknik Tolak  Peluru

Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : – Menyentuh balok batas sebelah atas – Menyentuh tanah di luar lingkaran – Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah – Dipangil selama 3 menit belum menolak – Peluru di taruh di belakang kepala – Peluru jatuh di luar sektor lingkaran – Menginjak garis lingkar lapangan – Keluar lewat depan garis lingkar – Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang – Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan

Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri

Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan

D. Sarana dan prasarana

 

1.) Lapangan Tolak Peluru

Konsruksi lingkaran tolak peluru harus terbuat dari besi yang di lengkungkan, boleh dari baja atau bahan lain yang cocok.Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar rata dan antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.

Diameter Lingkaran lapangan tolak pSeluru 2,135 m.Tebal besi lingkaran  tolak peluru minimal 6 mm dan harus di cat putih.

 

2.) Peluru

a) Peluru terbuat dari besi,kuningan atau logam lainnya dan peluru harus berupa bola dan permukaannya harus licin.

b) Berat peluru

Putra : 7,26

Putri  : 4,00

c) Garis Tengah

Putra : 110 mm – 130 mm

Putrid 95 mm – 110 mm

 

v Teknik Dasar Tolak Peluru:

1) Cara memegang peluru

a) Peluru di letakkan pada pangkal jari –jari telapak tangan

b) Jari telunjuk,jari tengah,dan jari kelingking merupakan titik bola yang utama

c) Jari – jari tidak boleh berjauhan,jari kelingking dan Ibu jari menjaga peluru tidak bergeser atau jatuh,kemudian peluru di letakkan di atas bahu

d) siku di angkat setinggi bahu,peluru bagian atas sedikit menempel pada rahang bawah

2) Sikap badan saat menolak

a) posisi badan membelakangi arah tolakan

b) berat badan di atas kaki kanan dengan cara membungkukkannya ke depan

c) Kaki kiri diangkat ke belakang dan berpijak pada ujung kaki.

d) siku lengan kiri di bengkokkan berada di depan

e) Jagalah keseimbangan badan

3) Cara Menolak

Pada posisi badan sudah tepat dan seimbang,mulai berkonsentrasi dengan mengayun – ayunkan kaki kiri ke muka dan ke belakang siap untuk melakukan tolakan. Geser kaki kanan ke depan dengan cepat ke belakang kea rah tolakan.Sewaktu kaki kanan mendarat di tengah – tengan lingkaran ,lutut kanan masih terlipat (setengah jongkok), telapak kaki kanan menumpu kuat di tanah.Badan masih berputar ke belakang siap untuk menolak kemudian luruskan lutut dengan tolakan yang kuat sambil memutar badan ke depan Lanjutkan dengan dorongan atau tolakan kuat tangan kanan kearah atas dengan sudut tolakan kurang lebih 450

 

v Gaya Dalam Tolak Peluru

Terdapat dua macam gaya dalam tolak peluru.

Gaya Ortodox ( Gaya menyamping arah tolakan )

Gaya O’Brien ( membelakangi arah tolakan )

v Peraturan Perlombaan Tolak Peluru

1)  Suatu tolakan yang salah tidak di hitung

2)  Seorang peserta harus memulai tolakannya dari sikap atau posisi diam didalam  lingkaran  lempar

Jika peserta ada 8 orang hak melemparnya adalah 3 kali. Peluru harus di dorong dari pundak dengan menggunakan satu tangan. Pengukuran hasil tolakan di ukur dari bekas peluru jatuh terdekat dengan lingkaran. Pelempar di benarkan menyentuh bagian dalam lingkaran besi dan balok penahan.

 

v Sah Dan Tidaknya Hasil Tolakan

1) Lemparan dinyatakan syah apabila

a) Gaya yang digunakan harus benar.

b) Tidak boleh meninggalkan tempat sebelum peluru jatuh

c) Peluru dipegang dan di tolakkan kea rah sector tolakan.

d) Penolak masuk dan keluar lapangan lempar dari arah belakang lingkaran

2) Lemparan dinyatakan tidak syah apabila

a) Peluru jatuh di luar sector lempar

b) Penolak melewati lapangan tolak pada saat melakukan tolakan

c) Dipanggil 3 kali atau lebih dari 2 menit tidak hadir

d) Setelah melempar keluar dari depan ligkaran lempar

e) Cara melakukan tolakan tanpa menggunakan gaya yang benar