Penyimpangan Seksual (Nauzubillahiminzalik)

by shabrinasafiraf

       Tadi disekolah ada mata pelajaran Sosiologi, dan kebetulan membahas tentang ‘Perilaku Menyimpang’..
Dan Pengertian dari Perilaku menyimpang itu sendiri adalah: suatu Perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau kelompok masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat yang berlaku…

        Dan didalam Perilaku menyimpang itu sendiri terdapat pembahasan yang berjudul “Penyimpangan Seksual”. Penyimpangan Seksual ini sendiri dapat diartikan sebagai Perilaku atau aktivitas seksual yang ditempuh oleh sesorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dan kenikmatan seksual ini tidak wajar.

Bentuk-bentuk Penyimpangan Seksual ini juga banyak macamnya, antara lain:

  1. Homoseksual: yaitu perilaku seksual yang cenderung tertarik pada seseorang yang berjenis kelamin sama atau sejanis. Pria yang melakukan tindakan seksual demikian disebut Homo atau Gay, sedangkan Wanita yang melakukan hal tersebut disebut Lesbian
    Image
  2. Transeksual: yaitu perilaku seseorang yang cenderung mengubah karekteristik seksualnya. Hal tersebut menyangkut konflik batiniyah mengenai identitas diri yang bertentanga dengan identitas sosial. Contohnya seorang Laki-Laki yang ingin menjadi Perempuan, dan sebaliknya. Biasanya Perilaku seksual ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial, seperti orang sekitar atau pola pergaulannya.
  3. Sadomasokisme: yaitu kepuasan seksual yang diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya.
  4. Masokisme: merupakan kebalikan dari Sadomasokisme, yaitu seseorang yang sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.
  5. Ekshibisme: yaitu perilaku seksual yang memperoleh kepuasan seksual dengan cara memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang lain sesuai kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, maka ia akan semakin terangsang. Kondisi tersebut sering terjadi kepada Pria.
  6. Voyeurisme: yaitu perilaku seksual yang memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi, bahkan berhubungan seksual. Setelah mengintip, ia tidah melakukan tindakan lebih lanjut dari yang diintipnya.